Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana puisi “Suti” dan “Ayo Warsini” mencerminkan potret diskriminasi yang dihadapi perempuan subaltern, sekaligus menganalisis bagaimana Wiji Thukul berperan sebagai penghubung suara mereka dalam kerangka pemikiran Gayatri Spivak. Analisis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang sastra sebagai medium kritik sosial, sekaligus menggali potensi sastra dalam memberdayakan kelompok marginal di tengah struktur masyarakat yang diskriminatif.
Copyrights © 2025