Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi mahasiswa disabilitas daksa dengan amputasi tangan ketika mereka belajar bahasa isyarat di Universitas PGRI Argopuro Jember. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif yang melibatkan subjek penelitian melalui pendekatan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa disabilitas daksa mengalami kesulitan besar dalam membuat gerakan isyarat yang biasanya membutuhkan koordinasi dua tangan. Selain hambatan fisik, ditemukan hambatan psikologis seperti rasa malu dan kurangnya kepercayaan diri. Meskipun demikian, mahasiswa disabilitas daksa memiliki kemampuan untuk beradaptasi, seperti mengubah gerakan dengan satu tangan, meningkatkan ekspresi wajah, dan menggunakan alat bantu digital. Selain itu, dosen memberi mahasiswa disabilitas daksa pilihan untuk belajar melalui tugas review artikel ilmiah sebagai pengganti praktik langsung. Menurut penelitian ini, kurikulum harus disesuaikan, guru harus dilatih untuk menerapkan pembelajaran diferensiatif, dan sistem evaluasi harus responsif terhadap berbagai hambatan fisik mahasiswa disabilitas daksa. Kata Kunci: Bahasa Isyarat, Daksa Amputi Tangan, Disabilitas, Pembelajaran Inklusif.
Copyrights © 2025