Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Lamongan menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola rantai pasok darah, seperti fluktuasi jumlah pendonor dan rendahnya minat donor dari generasi muda. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2024 di UTD PMI Lamongan dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merumuskan strategi mitigasi risiko secara sistematis menggunakan metode House of Risk (HOR). Penilaian risiko dilakukan personel internal PMI yang memahami kondisi operasional di lapangan. Pada HOR Fase 1, penelitian berhasil mengidentifikasi 17 peristiwa risiko dan 19 agen risiko. Agen risiko prioritas ditentukan berdasarkan nilai Aggregate Risk Priority (ARP). Selanjutnya, HOR Fase 2 digunakan untuk merancang strategi mitigasi dengan mengukur rasio Effectiveness to Difficulty (ETD).
Copyrights © 2025