Latar belakang penelitian ini berpijak pada temuan bahwa meskipun mahasiswa tingkat lanjut memiliki pengetahuan lebih luas, tidak semua mampu mengintegrasikan data ilmiah dengan justifikasi logis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perbedaan kualitas argumentasi ilmiah mahasiswa pendidikan kimia berdasarkan tingkat semester melalui pendekatan Socio-Scientific Issues (SSI). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif dengan melibatkan 60 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Undana, terdiri atas 30 mahasiswa semester II dan 30 mahasiswa semester VI, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa tes uraian berbasis SSI pada tiga isu, yaitu penggunaan plastik sekali pakai, pemanfaatan energi nuklir, dan pencemaran udara akibat emisi industri. Analisis jawaban menggunakan kerangka Toulmin’s Argument Pattern (TAP) dan rubrik Level of Argumentation. Setelah analisis kualitatif menggunakan TAP, jawaban dikodekan ke dalam level argumen tertentu dan dihitung frekuensinya untuk mendapatkan distribusi persentase. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa semester II didominasi level rendah, yaitu klaim tanpa data (36,7%) dan klaim dengan data tanpa warrant (30%). Sebaliknya, mahasiswa semester VI lebih banyak pada level tinggi, terutama klaim + data + warrant koheren + backing (36,7%) dan argumen lengkap dengan sanggahan (13,3%). Temuan ini menunjukkan adanya perkembangan argumentasi ilmiah sesuai tingkat semester, serta menegaskan pentingnya penerapan SSI dalam pembelajaran untuk melatih mahasiswa berargumentasi secara kritis dan berbasis bukti.
Copyrights © 2025