Kurios
Vol. 11 No. 1: April 2025

Teologi indigenous dan rekonsiliasi bangsa: Dekonstruksi dan rekonstruksi nilai-nilai kearifan lokal sebagai paradigma pemulihan sosial di Indonesia

Kause, Munatar (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2025

Abstract

This study examines the construction of indigenous theology as a foundation for national reconciliation by deconstructing and reconstructing local wisdom values in Indonesia. Drawing on Stephen Bevans's contextual theology methodology and Robert Schreiter's framework for constructing local theology, this research examines how indigenous religious values can serve as bridges for social healing in post-conflict Indonesian society. Through qualitative analysis of indigenous traditions, such as Pela Gandong and Aluk Mappurondo, as well as various other local wisdoms, this study reveals that indigenous theology offers alternative paradigms for reconciliation that are more culturally rooted and sustainable than Western-imposed models. The findings demonstrate that integrating indigenous cosmological understanding with Christian theological reflection creates transformative potential for national resilience. This research contributes to the development of Indonesian contextual theology, which respects cultural plurality while maintaining theological integrity, and offers practical implications for peacebuilding and social reconstruction in Indonesia's multi-religious society. Abstrak Penelitian ini mengkaji konstruksi teologi indigenous sebagai fondasi rekonsiliasi bangsa melalui dekonstruksi dan rekonstruksi nilai-nilai kearifan lokal di Indonesia. Menggunakan metodologi teologi kontekstual Stephen Bevans dan kerangka konstruksi teologi lokal Robert Schreiter, penelitian ini menganalisis bagaimana nilai-nilai religius indigenous dapat berfungsi sebagai jembatan pemulihan sosial dalam masyarakat Indonesia pascakonflik. Melalui analisis kualitatif tradisi indigenous seperti Pela Gandong, Aluk Mappurondo, dan kearifan lokal lainnya, studi ini mengungkapkan bahwa teologi indigenous menawarkan paradigma alternatif rekonsiliasi yang lebih berakar budaya dan berkelanjutan dibanding model-model yang dipaksakan dari Barat. Temuan menunjukkan bahwa integrasi pemahaman kosmologis indigenous dengan refleksi teologis Kristen menciptakan potensi transformatif bagi resiliensi bangsa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual Indonesia yang menghargai pluralitas budaya sambil mempertahankan integritas teologis, menawarkan implikasi praktis bagi pembangunan perdamaian dan rekonstruksi sosial dalam masyarakat Indonesia yang multi-religius.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

kurios

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Social Sciences Other

Description

KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa ...