Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah luar biasa (SLB) pasca tsunami Aceh. Sejalan dengan hal tersebut, terdapat dua pertanyaan yang dijawab dalam artikel ini: 1) evaluasi mitigasi bencana aktif di 13 sekolah luar biasa (SLB) di Kota Banda Aceh dan, 2) mitigasi bencana pasif yang di laksanakan Badan Penanggulang Bencana Aceh (BPBA). Tulisan ini didasarkan pada penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan dan instrumen penelitian mengunakan angket dan wawancara dengan indikator mitigasi bencana aktif dan pasif berdasarkan pedoman penyusunan rencana penanggulangan bencana dari peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 4 Tahun 2008. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala SLB yang berjumlah berjumlah 13 Orang dan Pejabat BPBA bidang pencegahan dan kesiapsiagaan 1 Orang. Teknik analisis data angket menggunakan presentase sederhana dan data wawancara mengunakan teknik data kualitatif dari Milles & Huberman. Hasil penelitian mitigasi bencana aktif menunjukkan 11 sekolah di 5 yayasan yang menaungi SLB di Kota Banda Aceh masuk dalam kategori cukup (40%-55%) dalam mitigasi bencana pasif, 2 sekolah di antaranya masuk dalam kategori Baik (56%-75%). Untuk evaluasi bencana pasif menunjukan dalam menanganan mitigasi bencana pasif bagi anak berkebutuhan khusus masih terfokus pada kalangan masyarakat umum.
Copyrights © 2025