Pendidikan jasmani sebagai salah satu program pendidikan yang tercantum dalam kurikulum pendidikan nasional, yaitu upaya meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kebugaran jasmani antara siswa SMP pesantren dan non-pesantren. Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKSI) digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Sampel terdiri atas 21 siswa dari MTs Qur’ani An-Nida (pesantren) dan 91 siswa dari SMPN 1 Durenan (non-pesantren). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk pengumpulan data, Hasil uji Independent Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,003 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan tingkat kebugaran jasmani antara kedua kelompok. Rata-rata nilai kebugaran siswa non-pesantren lebih tinggi dibanding siswa pesantren. Penelitian ini menunjukkan pentingnya implementasi pendidikan jasmani secara optimal di semua jenis institusi Pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan yang signifikan antara tingkat kebugaran jasmani siswa sekolah pesantren (MTs Qur’ani An-Nida) dan siswa sekolah non-pesantren (SMPN 1 Durenan).
Copyrights © 2023