Hipertensi selama kehamilan ditandai dengan peningkatan tekanan darah mencapai ≥140/90 mmHg setelah 20 minggu kehamilan. Kondisi ini memainkan peran penting dalam berkontribusi terhadap komplikasi selama kehamilan. Manajemen hipertensi dapat didekati melalui strategi farmakologis dan non-farmakologis. Penelitian ini dilakukan di Klinik Sumiariani, yang terletak di Kecamatan Medan Johor, Kabupaten Deli Serdang, selama periode Maret hingga Mei 2025. Penelitian ini mengadopsi desain kuasi-eksperimental dengan menggunakan metode pretest-posttest satu kelompok. Populasi penelitian meliputi wanita hamil yang didiagnosis dengan hipertensi dan terdaftar di Klinik Sumiariani, dengan 25 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil analisis bivariat mengungkapkan nilai-p sebesar 0,000 untuk tekanan darah sistolik dan diastolik, yang berada di bawah ambang batas 0,05. Hal ini menunjukkan dampak jus mentimun yang signifikan secara statistik dalam menurunkan tekanan darah pada ibu hamil di klinik pada tahun 2025. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk mempertimbangkan intervensi non-farmakologis seperti jus mentimun untuk membantu mengelola tekanan darah dan kemungkinan mengurangi ketergantungan pada obat antihipertensi yang berpotensi menimbulkan efek samping
Copyrights © 2025