Masa dewasa awal ialah periode yang rentan mengalami krisis seperempat abad, yaitu krisis kehidupan yang sering dialami oleh individu usia 18 hingga 40 tahun yang dapat berdampak pada penurunan well-being. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran gratitude dan social support terhadap well-being pada dewasa awal yang mengalami krisis kehidupan di Karawang. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas dan melibatkan 204 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Tiga skala psikologi digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) digunakan untuk mengukur gratitude, Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) mengukur social support dan PERMA-Profiler mengukur well-being. Analisis data menggunakan regresi linear berganda menunjukkan bahwa gratitude dan social support secara simultan berpengaruh signifikan terhadap well-being sebesar 54,2%. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa gratitude dan social support berperan terhadap peningkatan well-being dewasa awal yang mengalami krisis kehidupan. Tingginya gratitude akan dapat meningkatkan well-being, kemudian social support yang diperoleh dapat meningkatkan well-being pada dewasa awal yang mengalami krisis kehidupan.
Copyrights © 2025