Ketertarikan generasi muda terhadap budaya daerah yang ada di Malang mengalami penurun yang signifikan, terbukti dari beberapa temuan hasil penelitian yang didapatkan bahwa keterlibatan generasi muda dalam proses pewarisan terhadap budaya daerah Topeng Malangan sangatlah minim. Berdasarkan data yang diperoleh, partisipasi generasi muda asli malang 30% sedangkan generasi muda dari luar Malang justru lebih tinggi, yakni sekitar 70%. Tujuan penelitian ini melalui penggunaan model Problem Based Learning dan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), siswa dapat mengimplementasikan hasil belajar budaya daerah di sekolah dalam kehidupannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari beberapa tahap, diantaranya perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pratindakan, siklus pertama, dan siklus kedua mengalami adanya peningkatan yang signifikan atas pencapaian hasil belajar siswa, ditunjukkan dengan adanya presentase siklus pertama diperoleh hasil presentase ketuntasan siswa sebesar 68%, sedangkan pada siklus kedua hasil presentase ketuntasan siswa mencapai 93%. Diharapkan dengan adanya pembiasaan pendekatan Culturally Responsive Teaching dapat menambah ketertarikan generasi muda terhadap budaya daerah.
Copyrights © 2025