Hujan es merupakan fenomena cuaca ekstrem yang terjadi dalam waktu singkat dan dapat menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Fenomena ini umumnya dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang kuat akibat kondisi atmosfer yang labil dan lembap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika atmosfer yang menyebabkan kejadian hujan es di Kabupaten Tabanan pada tanggal 1 November 2024. Analisis dilakukan dengan menggunakan data citra satelit Himawari-8, citra radar cuaca, dan data reanalisis dari ECMWF. Hasil analisis menunjukkan bahwa kejadian hujan es didahului oleh kondisi atmosfer yang sangat labil, adanya belokan angin dan konvergensi di lapisan bawah atmosfer, serta suplai kelembapan yang melimpah. Pertumbuhan awan secara vertikal teridentifikasi melalui penurunan suhu puncak awan dan kemunculan awan Cumulonimbus. Citra radar cuaca menunjukkan pola reflektivitas yang mengindikasikan adanya presipitasi intens yang mendukung terbentuknya butiran es di dalam awan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian hujan es di wilayah tropis merupakan hasil dari interaksi kompleks antara ketidakstabilan atmosfer, dinamika angin, dan kandungan uap air, serta menekankan pentingnya pemanfaatan data penginderaan jauh dan model numerik untuk mendukung sistem peringatan dini cuaca ekstrem.
Copyrights © 2025