Setiap tahun, perguruan tinggi di Indonesia menginvestasikan sumber daya yang sangat besar dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Namun, terdapat sebuah paradoks akuntabilitas: meskipun ribuan kegiatan dilaporkan selesai, dampak sosial jangka panjang yang nyata dari investasi besar ini sebagian besar tetap tidak terukur dan tidak diketahui. Praktik evaluasi yang dominan saat ini cenderung bersifat jangka pendek dan berfokus pada luaran (outputs) seperti jumlah peserta atau tingkat kepuasan, bukan pada hasil (outcomes) dan dampak (impact) transformatif yang berkelanjutan. Kesenjangan pengukuran ini menghambat pembelajaran strategis dan pembuktian nilai sejati PkM. Menjawab tantangan fundamental tersebut, artikel konseptual ini bertujuan untuk merumuskan dan mengelaborasi sebuah kerangka kerja teoretis yang komprehensif untuk pengukuran dampak sosial jangka panjang dari program PkM. Metode yang digunakan adalah perancangan model konseptual melalui sintesis literatur dari berbagai disiplin ilmu, termasuk teori evaluasi program, studi pembangunan, dan manajemen dampak sosial. Hasilnya adalah sebuah kerangka kerja holistik bernama "KERIS PkM" (Kerangka Evaluasi Reflektif & Impak Sosial Pengabdian kepada Masyarakat). Kerangka ini dibangun di atas empat komponen utama: (1) Landasan filosofis yang partisipatif dan berorientasi pada pembelajaran; (2) Kewajiban perumusan Teori Perubahan (Theory of Change) sebagai fondasi logis setiap program; (3) Lima Dimensi Dampak Holistik (Kapasitas Manusia, Modal Sosial, Ekonomi Lokal, Keberlanjutan Ekologis, dan Kelembagaan Komunitas) sebagai lensa analisis; dan (4) Perangkat Pengukuran Metode Gabungan (Mixed-Methods) yang diaplikasikan secara longitudinal. Disimpulkan bahwa adopsi KERIS PkM dapat memfasiliasi pergeseran paradigma fundamental dalam ekosistem PkM Indonesia, dari budaya pelaporan aktivitas menjadi budaya pembuktian dampak, pembelajaran berkelanjutan, dan pertanggungjawaban sosial yang otentik.
Copyrights © 2025