Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi isu penting di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah dasar. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi gigi berlubang pada anak usia 5–9 tahun di Aceh mencapai 53%, sementara hanya 2,8% anak yang menyikat gigi dengan waktu yang benar. Rendahnya pengetahuan tentang cara menyikat gigi yang benar menjadi salah satu penyebab utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media puzzle terhadap pengetahuan cara menyikat gigi pada siswa kelas II SDN 62 Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan nonequivalent control group pre-test and post-test. Sampel terdiri dari dua kelompok: kelompok intervensi yang diberikan edukasi dengan media puzzle, dan kelompok kontrol tanpa media puzzle (ceramah).jumlah sampel yaitu 75 dengan menggunakan teknik quasi ekperimen,kelompok kontrol berjumlah 45 dan kelompok intervensi berjumlah 45 , dengan pengambilan menggunakan Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata pengetahuan pada kelompok intervensi dari 43,51% menjadi 77,57%, dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05), dibandingkan kelompok kontrol yang hanya meningkat dari 40,54% menjadi 58,65%. Edukasi menggunakan media puzzle terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang cara menyikat gigi yang benar. Puzzle sebagai media visual dan interaktif mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media edukatif seperti puzzle dalam program promosi kesehatan gigi di sekolah dasar.
Copyrights © 0000