Masalah karies gigi pada anak usia sekolah masih menjadi perhatian penting, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses dan edukasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik orang tua, meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan status ekonomi, dengan status karies gigi anak di SD Negeri 2 Seneulop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan populasi seluruh siswa SDN 2 Seneulop sebanyak 168 anak beserta orang tua, dan sampel sebanyak 62 anak beserta orang tua yang dipilih menggunakan teknik proportional sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner untuk karakteristik orang tua serta pemeriksaan klinis status karies gigi pada anak, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua berusia 31–44 tahun dengan status karies anak sedang, didominasi orang tua perempuan, lulusan SMA/Sederajat, berstatus ekonomi rendah, dan berprofesi sebagai wiraswasta, sedangkan status karies anak paling banyak berada pada kategori sedang. Analisis statistik mengungkapkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,178) dan jenis kelamin orang tua (p=0,168) dengan status karies gigi anak, namun terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,000), status ekonomi (p=0,005), dan pekerjaan orang tua (p=0,000) dengan status karies gigi anak. Penelitian ini menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam membimbing anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Copyrights © 0000