Penyandang disabilitas sering kali menghadapi keterbatasan dalam mengaksespeluang ekonomi yang setara, termasuk dalam bidang industri kreatif. Griya HarapanDifabel (GHD) di Jawa Barat hadir sebagai wadah pemberdayaan melalui pelatihanketerampilan, salah satunya di bidang jahit dan tekstil. Namun, pakaian wanita hasilproduksi kelas jahit di Griya Harapan Difabel masih banyak yang belum terjual karenabelum memiliki daya tarik visual yang sesuai dengan preferensi pasar. Penelitian inibertujuan untuk mengembangkan produk merchandise dengan metode redesignterhadap pakaian tidak terjual dengan mengombinasikan material utama dan kain batikperca menggunakan teknik lekapan dan sulam tangan sebagai elemen dekoratif.Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan design thinking. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik lekapan dan sulam tangan mampumeningkatkan nilai visual produk, mengoptimalkan pemanfaatan limbah tekstil, sertamemperkuat identitas visual GHD sebagai lembaga pemberdayaan. Upaya ini diharapkandapat mendukung praktik produksi berkelanjutan sekaligus membuka peluang pasar barubagi komunitas difabel. Kata kunci: Griya Harapan Difabel, merchandise, Metode redesign, Teknik lekapan, Teknik sulam.
Copyrights © 2025