Konflik pada anak usia dini merupakan bagian alami dari interaksi sosial, namun sering kali anak belum mampu mengendalikan emosi dan menyelesaikan perbedaan dengan cara yang konstruktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam membantu anak mengelola konflik dengan teman sebaya di PAUD Al-Hidayah Laras Internusa Kinali Pasaman Barat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru serta pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai teladan, fasilitator, dan pendidik dalam pengelolaan konflik anak. Guru menyediakan lingkungan yang mendukung, memfasilitasi komunikasi dan ekspresi emosi, membimbing proses pencarian solusi, serta menanamkan empati dan kerjasama pada anak. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan guru dalam memperkuat keterampilan sosial-emosional anak serta memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan pendidikan anak usia dini
Copyrights © 2025