JURNAL KONFIKS
Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS

RELASI MAKNA DALAM KUMPULAN LAGU MADURA ANALISIS KAJIAN SEMANTIK

Wahyuni, Titik (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Sep 2025

Abstract

Artikel ini meneliti tentang relasi makna yang terdapat di dalam lagu daerah Madura. Menurut Riemer terdapat empat komponen penting dalam menganalisis relasi makna yakni, antonimi, meronimi, hiponimi dan sinonimi. Menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini menganalisis sebanyak tiga lagu daerah Madura yang berjudul tandu’ majeng, pajjher laghu, dan kembheng malate pote. Tujuan ketiga lagu ini dipilih karena pertama, peneliti ingin terus melestarikan keberadaan lagu-lagu daerah, kedua di dalam lagu-lagu tersebut mengandung makna yang mendalam terkait dengan nilai-nilai yang terdapat pada masyarakat Madura. Agar pesan tersebut tersampaikan peneliti tertarik untuk menelitinya menggunakan analisis kajian semantik pada relasi makna. Adapun pengumpulan data melalui teknik membaca dan memahami secara mendalam dari teks lagu yang telah dipilih. Sementara itu, teknik analisis data menggunakan enam langkah menurut Creswell yang terdiri dari mengorganisir, mengkodekan, mendeskripsikan, menyajikan, menafsirkan, dan memvalidasi data. Untuk memvalidasi temuan peneliti menggunakan member checking agar ditinjau kembali hasil yang telah ditemukan. Befrdasarkan hasil pembahasan, temuan ini menunjukkan relasi makna yang terdapat di dalam ketiga lagu daerah Madura yang terdiri dari empat komponen penting menurut Riemer yakni, antonimi, meronimi, hiponimi, dan sinonimi. Hasil temuan pada penelitian ini dapat mempermudah pembaca atau pendengar dalam memahami makna yang terdapat di dalam lagu-lagu daerah. Selain itu, melalui pesan-pesan yang sangat mendalam yang terdapat pada lagu-lagu daerah Madura dapat menjadikan  motivasi bagi masyarakat sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat Madura.

Copyrights © 2025