Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis metode pelajaran bahasa yang terkandung dalam Tari Wali Baris Bugbug di Dalem Gede Selaungan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Tari sakral ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai medium penting untuk transmisi dan pelestarian bahasa. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, penelitian ini mengungkap bagaimana bahasa diajarkan secara implisit maupun eksplisit dalam konteks pertunjukan tari. Temuan menunjukkan bahwa metode pelajaran bahasa dalam tari ini melibatkan penggunaan mantra, kidung, dan dialog yang diucapkan atau dinyanyikan, memperkenalkan kosa kata dan struktur bahasa dalam konteks fungsional. Selain itu, gerakan tari, simbolisme visual kostum, dan ekspresi non-verbal penari berperan sebagai elemen pendukung yang memperkuat pemahaman makna bahasa. Interaksi sosial selama pertunjukan juga menciptakan lingkungan belajar yang imersif. Dengan demikian, Tari Wali Baris Bugbug merupakan sebuah model pembelajaran bahasa tradisional yang memanfaatkan warisan budaya lokal sebagai sarana efektif untuk pendidikan dan pelestarian bahasa. Penelitian ini menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan praktik budaya ini untuk memastikan transmisi bahasa dan pengetahuan lokal kepada generasi mendatang.
Copyrights © 2025