Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Video Animasi Tentang Lambang Bilangan Pada Mata Pelajaran Matematika dalam Motivasi Belajar Siswa Kelas III SD Negeri Catur Dwitayani, Ni Made Oki; Anadhi, I Made Gede; Aryana, I Made Putra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19794

Abstract

Implementasi video animasi pada mata pelajaran matematika penting guna meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya pada materi lambang bilangan yang sering dianggap sulit dan kurang menarik. Dengan menggunakan video animasi dapat membantu siswa dalam memahami materi dengan lebih mudah dan menyenangkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Strategi pembelajaran menggunakan video animasi di SD Negeri Catur, (2) Kendala dalam menggunakan video animasi di SD Negeri Catur, dan (3) Dampak dalam menggunakan video animasi di SD Negeri Catur. Teknik pengumpulan data yang dipakai ialah observasi non partisipan, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul akan dikaji melalui tahap pengumpulan data, memadatkan data, menampilkan data, dan pengambilan kesimpulan dengan memakai teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berikut memperlihatkan (1) Strategi pembelajaran video animasi pada kegiatan pembukaan, inti dan penutup pembelajaran matematika kelas III di SD Negeri Catur, (2) Kendala dalam penggunaan video animasi di SD Negeri Catur, khususnya kendala yang dihadapi oleh sarana dan prasarana, guru, dan siswa, dan (3) Dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan video animasi di SD Negeri Catur, baik dampak positif maupun dampak negatif, yakni peningkatan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
METODE PELAJARAN BAHASA PADA TARI WALI BARIS BUGBUG DI DALEM GEDE SELAUNGAN, KECAMATAN BANGLI, KABUPATEN BANGLI Triawidya, Pande; Suardika, I Komang; Anadhi, I Made Gede
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j7ekxg67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis metode pelajaran bahasa yang terkandung dalam Tari Wali Baris Bugbug di Dalem Gede Selaungan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Tari sakral ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai medium penting untuk transmisi dan pelestarian bahasa. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, penelitian ini mengungkap bagaimana bahasa diajarkan secara implisit maupun eksplisit dalam konteks pertunjukan tari. Temuan menunjukkan bahwa metode pelajaran bahasa dalam tari ini melibatkan penggunaan mantra, kidung, dan dialog yang diucapkan atau dinyanyikan, memperkenalkan kosa kata dan struktur bahasa dalam konteks fungsional. Selain itu, gerakan tari, simbolisme visual kostum, dan ekspresi non-verbal penari berperan sebagai elemen pendukung yang memperkuat pemahaman makna bahasa. Interaksi sosial selama pertunjukan juga menciptakan lingkungan belajar yang imersif. Dengan demikian, Tari Wali Baris Bugbug merupakan sebuah model pembelajaran bahasa tradisional yang memanfaatkan warisan budaya lokal sebagai sarana efektif untuk pendidikan dan pelestarian bahasa. Penelitian ini menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan praktik budaya ini untuk memastikan transmisi bahasa dan pengetahuan lokal kepada generasi mendatang.
THE REPRESENTATION OF MERU IN BALI’S TOURISM VISUAL BRANDING: SYMBOLISM, IDENTITY, AND COMMODIFICATION Sindu Putra, Ida Bagus Komang; Adi Sakara, I Putu; Anadhi, I Made Gede; Suryawan, I Gede
Ride: Journal of Cultural Tourism and Religious Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meru is a dominant visual element in tourism branding, particularly in culturally based destinations such as Bali. This study aims to analyze how the form of Meru is represented in tourism visual branding and how this symbol contributes to shaping the identity of tourism destinations. Using a qualitative research approach that integrates visual analysis and semiotic studies, this research explores the symbolic meaning of Meru across various tourism promotional materials, including posters, brochures, social media, and official websites. Additionally, the study examines the commodification of spirituality, specifically how the use of Meru in Bali’s tourism branding can lead to the reduction of its religious significance, transforming it into a mere commercial icon. The findings indicate that Meru in tourism branding not only represents architectural beauty and cultural exoticism but also constructs a spiritual image that appeals to global tourists. However, the exploitation of this cultural symbol generates ambiguity among local communities, who perceive that the use of Meru in tourism promotion may shift its sacred value into a mere commercial attraction. Therefore, a balanced branding strategy is necessary to uphold cultural values while maintaining tourism appeal.
Pengembangan APE Jubah Misteri Sebagai Media Stimulasi Aspek Perkembangan Kognitif Diah Okayanti, Ni Putu Eka; Anadhi, I Made Gede; Sindu Putra, Ida Bagus Komang
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 7 No 1 (2023): JCE (Journal of Childhood Education) Maret-Agustus 2023
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v7i1.1659

Abstract

Kegiatan Permainan disekolah PAUD sangat identik dengan sebuah alat permainan yang dapat mendidik anak. Kurangnya alat perainan yang dapat mendukung pembelajaran menjadi kendala bagi guru-guru di TK Kumara Bhuana Saraswati Klungkung. Permainan Jubah Misteri adalah permainan inovatif yang didalamnya menggabungkan antara Ape Jubah Misteri dengan Rainbow Game dan Kotak Misteri. Tujuan dari penelitian ini mengembangkan permainan “Jubah Misteri” sebagai media stimulasi perkembangan kognitif Anak pada Usia 5-6 Tahun di TK Kumara Bhuana Saraswati Klungkung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian pengembangan ADDIE (analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi). Sumber data berasal dari guru dan anak di TK Kumara Bhuana Saraswati Klungkung. Dalam penelitian ini data yang diperoleh yaitu secara deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan rumus Content Validity Ratio (CVR). Hasil penelitian dengan CVR dari ahli media diperoleh 0,8 dan nilai CVI sebesar 0,975. Penelitian yang dilakukan yaitu sampai pada validasi ahli,  nilai CVR dari ahli materi yaitu sebesar 1 (0,99) dan nilai CVI yaitu  sebesar 1 (0,99). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media Jubah Misteri valid serta layak untuk digunakan dan diterapkan dalam pembelajaran anak usia dini.
IMPLEMENTASI PERMAINAN TRADISIONAL TEJOG TALI DALAM MELATIH PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN Poniati, Ni Made Novi; Anadhi, I Made Gede; Dewi indriati, Nyoman Utari Nyoman Utari
PRATAMA WIDYA : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 9 No 1 (2024): Pratama Widya April 2024
Publisher : UHN I GUSTI BAGUS SUGRIWA DENPASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v9i1.3684

Abstract

The traditional game of tejog tali is an activity involving two groups, where one group acts as a player and the other group acts as a substitute. In this game, players walk on bamboo while holding on to a rope to maintain balance. This research uses qualitative or descriptive methods to examine the implementation of the tejog tali game in training the gross motor development of children aged 5-6 years at Mas Kumara Kindergarten. Data collection was carried out through interviews and observations. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results of the research show that playing tejog rope can effectively improve children's gross motor skills. Children who engage in this game not only develop their gross motor skills, but also the ability to focus and concentrate on achieving goals. It can be concluded that the implementation of the traditional game tejog tali can improve the gross motor development of children aged 5-6 years.    
Permainan Tradisional Sepit-Sepitan Sebagai Media Stimulasi Motorik Kasar Anak Usia Dini Suwarni, Ni Wayan; Anadhi, I Made Gede; Sindu Putra , Ida Bagus Komang
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v13i1.309

Abstract

Permainan Tradisional merupakan salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk media stimulasi perkembangan anak. Tujuan dari penelitian ini mengembangkan Permainan Tradisional Sepit-sepitan sebagai kegiatan yang dapat menstimulasi motorik kasar anak. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian tindakan kelas. Instrumen yang digunakan yakni lembar observasi. Subjek penelitian adalah anak-anak di berusia 4-6 tahun dengan jumlah 60 siswa. Analisis data dilakukan dengan mengukur seberapa meningkat stimulasi keterampilan anak dengan permainan tradisional sepit-sepitan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada perbedaan kemampuan motorik kasar anak sebelum dan sesudah permainan dilakukan. Implikasi hasil dapat melatih keseimbangan, kelincahan dan ketangkasan anak sehingga bisa menjadi referensi bagi guru untuk mengembangkan motorik kasar