Perkebunan teh Pangalengan, Kabupaten Bandung, memiliki kondisi lingkungan yang mendukung jamur patogen serangga (JPS) sebagai agens pengendali hayati (APH). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi JPS dari rizosfer perkebunan teh dataran tinggi serta mengetahui persistensinya setelah dipaparkan sinar UV. Isolasi JPS dilakukan dengan metode umpan serangga menggunakan Tenebrio molitor dan dilanjutkan dengan seleksi berdasarkan kerapatan dan viabilitas konidia. Uji persistensi dilakukan terhadap konidia yang dipaparkan sinar UV pada 254 nm selama 0, 15, 30, 45, dan 60 menit dengan lima kali ulangan. Kerapatan dan viabilitas konidia digunakan untuk menghitung kelangsungan hidup. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 7 isolat jamur yang diperoleh dari rizosfer perkebunan teh dataran tinggi Pangalengan yang terdiri dari 3 genus, yaitu genus Fusarium sebanyak 5 isolat, genus Penicillium sebanyak 1 isolat, dan genus Beauveria sebanyak 1 isolat. Pemaparan sinar UV selama 60 menit pada isolat Penicillium sp. Pg-P1 mampu menurunkan kerapatan konidia sebesar 73,43% dan viabilitas konidia sebesar 60,71%. Hal tersebut menunjukkan bahwa persistensi Penicillium sp. Pg-P1 menurun seiring dengan meningkatnya durasi paparan sinar UV.
Copyrights © 2025