Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak dan masa dewasa. Depresi pada remaja bukan sekadar perasaan sedih atau stres biasa, melainkan kondisi serius yang permanen dan memengaruhi perilaku, emosi, serta cara berpikir mereka. MBCT dapat melatih remaja mengembangkan metacognitive awareness, yaitu kemampuan untuk mengamati pikiran sebagai peristiwa mental yang sementara, bukan sebagai kebenaran mutlak. Melalui latihan mindfulness, remaja belajar untuk menjadi "pengamat" emosi mereka, menciptakan ruang antara diri mereka dan pengalaman emosional, yang memungkinkan respons yang lebih fleksibel dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas MBCT dalam menurunkan gejala depresi pada remaja. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan kualitatif dalam menentukan efektivitas MBCT terhadap depresi pada remaja. Sebanyak 4 subjek dalam penelitian ini diwawancara, dinilai dengan skor BDI-II (Beck Depression Inventory) sebelum dan setelah diberikan MBCT. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis non-parametrik dikarenakan subjek yang diteliti hanya 4 orang. Berdasarkan analisis wilcoxon didapatkan hasil tidak signifikan dengan p=0.066, namun dengan besar efek -0.92 yang menandakan adanya efek yang besar dalam penurunan gejala depresi dengan MBCT. Hasil ini ditunjang dengan adanya peningkatan pemahaman remaja terkait depresi dan konsep mindfulness serta peningkatan remaja terkait aplikasi koping emosi yang adaptif.
Copyrights © 2025