Puisi “Pelarian” karya Chairil Anwar. Puisi ini mencerminkan keinginan penyair untuk melarikan diri dari tekanan hidup, mewakili pencarian kebebasan di tengah keterasingan dan ketidakpastian. Melalui imaji yang hidup, puisi ini membangkitkan pengalaman indrawi, seperti perasaan berlari di tengah angin malam atau perjalanan di sepanjang jalan yang tak berujung, yang mencerminkan perjuangan internal penyair. Simbolisme juga digunakan untuk memperdalam makna, dengan objek seperti “jalan” dan “laut” yang masing-masing melambangkan tantangan hidup dan kebebasan tanpa batas. Integrasi perangkat sastra ini tidak hanya meningkatkan dampak emosional puisi, tetapi juga mengundang pembaca untuk merenungkan sifat kebebasan dan eksistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana interaksi antara citra dan simbolisme menyampaikan pesan yang mendasari puisi tersebut, menggambarkan “Pelarian” tidak hanya sebagai tindakan pelarian secara fisik, tetapi juga sebagai perjalanan eksistensial yang mendalam.
Copyrights © 2025