Pengembangan sistem transportasi yang handal, terinstegrasi, terpadu, aman dan efisien menjadi bagian dari suatu sistem pembangunan wilayah dalam memberikan pelayanan distribusi barang, jasa maupun orang kepada masyarakat secara maksimal serta sebagai pemerataan dan konektivitas antar wilayah. Tujuan utama dari diadakannya jenis angkutan ini yakni sebagai fasilitasi bagi para turis atau pengunjung yang ingin berwisata di Pulau Bali, namun berbasis pada angkutan umum. Salah satu contoh angkutan pariwisata yang ada di Bali yakni Kura-Kura Bus yang diluncurkan sejak 1 April 2014. Angkutan pariwisata berbasis angkutan trasnportasi massal ini, semakin memudahkan pelancong untuk dapat menikmati keindahan pulau Bali tanpa harus mengeluarkan banyak biaya untuk sewa kendaraan. Lingkup bahasan analisa yang dilakukan adalah kajian finansial berbasis pada survey dan wawancara yang dilakukan dengan pihak manajemen Kura-Kura Bus yang dilakukan untuk 2 rute yang paling banyak jumlah penumpangnya, yakni Kuta Line dan Ubud Line. Dalam penentuan proyeksi pendapatan yang diperoleh maka dilakukan survey jumlah penumpang yang kemudian yang kemudian dikalikan dengan jumlah trip dan jumlah armada. Dalam memprediksikan pendapat perlu juga memperkirakan rata-rata pertumbuhan demand pada kawasan sebesar 5% per tahunnya. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat dambil kesimpulan dalam pengoperasian bus kura-kura, terdapat 8 trayek yang melayani selama 364 hari dalam setahun.Armada yang dioperasikan berupa bus sedang, dan minibus dengan konfigurasi kursi 15 seat dan 12 seat
Copyrights © 2025