Kebijakan larangan praktik renang dalam pembelajaran PJOK di tingkat SMA Jawa Barat menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana siswa sebagai penerima langsung kebijakan memaknainya. Penelitian ini penting karena persepsi siswa dapat memengaruhi efektivitas implementasi kebijakan serta motivasi belajar mereka. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 100 siswa kelas X dan XI SMKN 1 Cipanas yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa angket skala Likert 1–4 yang mengukur tiga dimensi persepsi siswa (kognitif, afektif, dan konatif). Instrumen diuji melalui uji validitas dan reliabilitas sehingga layak digunakan dalam pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dengan rumus persentase, kemudian dikategorikan ke dalam lima tingkatan persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan persepsi siswa berada pada kategori positif, menandakan adanya penerimaan yang cukup baik terhadap kebijakan tersebut. Keterbatasan penelitian ini adalah lingkup sampel yang terbatas pada satu sekolah, sehingga generalisasi hasil masih rendah. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan memperluas populasi dan menggunakan pendekatan kualitatif atau campuran untuk menggali lebih dalam faktor-faktor sosiokultural yang memengaruhi persepsi siswa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan regulasi pendidikan yang lebih adaptif.
Copyrights © 2025