Masalah gizi kurang dan gizi buruk pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu upaya pemerintah mengatasi masalah ini adalah menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara pemberian PMT dan perubahan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Mlati 1. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 88 balita berusia 6–59 bulan yang menerima intervensi PMT selama 56 hari. Data terkait praktik pemberian PMT diperoleh dari observasi dan laporan kader posyandu mengenai kepatuhan balita dalam mengonsumsi PMT di rumah. Status gizi balita diukur menggunakan indikator antropometri Z-score berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB) yang didasarkan pada data medis sebelum dan setelah intervensi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada status gizi balita, nilai rata-rata Z-score BB/TB -2,37 sebelum intervensi menjadi -1,45 setelah intervensi (p = 0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa PMT efektif memperbaiki status gizi balita. Disarankan agar program PMT dilaksanakan dengan lebih optimal melalui peningkatan peran kader, edukasi bagi orang tua, serta pemantauan rutin agar perbaikan status gizi dapat berlanjut dan memberikan dampak yang positif dalam jangka panjang.
Copyrights © 2025