PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Banten 3 Lontar dihadapkan pada tantangan operasional dualistik yang kompleks. Isu ini secara kumulatif menciptakan konteks kerentanan yang berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dampak program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) inovatif perusahaan, "Harvest Moon", dalam merespons tantangan tersebut. Dengan menggunakan kerangka kerja Penghidupan Berkelanjutan (Sustainable Livelihoods Approach - SLA) sebagai lensa analitis utama, penelitian ini mengadopsi metodologi studi kasus kualitatif yang diperkuat dengan tinjauan literatur yang ekstensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa program "Harvest Moon" secara strategis berhasil mentransformasikan FABA dari limbah menjadi sumber daya produktif dan secara simultan memperluas peluang ekonomi di sektor pertanian, yang secara efektif meredakan tekanan sosial ekonomi. Intervensi program terbukti secara signifikan meningkatkan kelima modal aset penghidupan masyarakat: Modal Manusia (peningkatan keterampilan), Modal Sosial (penguatan kelembagaan kelompok), Modal Alam (konservasi sumber daya), Modal Fisik (pembangunan infrastruktur produktif), dan Modal Finansial (peningkatan potensi pendapatan). Temuan kualitatif ini divalidasi oleh data kuantitatif yang menunjukkan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 1.66 yang mengindikasikan penciptaan nilai sosial positif, dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 97%, yang merefleksikan tingkat kepuasan penerima manfaat yang sangat baik. Disimpulkan bahwa "Harvest Moon" merupakan model CSR yang efektif dalam mengubah eksternalitas negatif operasional menjadi katalisator untuk pembangunan aset komunitas yang tangguh dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025