Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja mental pada pekerja di PT. CPS, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Beban kerja mental yang berlebihan dapat memengaruhi produktivitas dan kinerja, sehingga penting untuk diukur dan dikelola. Berdasarkan observasi awal, pekerjaan di PT. CPS sangat menuntut fisik dan mental dalam mencapai target produksi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk mengukur beban kerja mental pada tujuh pekerja dengan jenis pekerjaan yang bervariasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa beban kerja mental berada pada tingkat yang cukup tinggi, dengan persentase di atas 50% untuk beberapa jenis pekerjaan, seperti sopir, IBC Tank cleaning, admin workshop, dan mekanik. Data dari grafik NASA-TLX lebih lanjut menguatkan temuan ini, di mana beberapa pekerja (P2 dan P5) menunjukkan skor Mental Demand (MD) dan Effort (EF) yang sangat tinggi, mengindikasikan tingginya tekanan kognitif dan upaya yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas mereka. Tingginya Frustration Level (FL) pada pekerja P5 juga menyoroti adanya elemen stres dan ketidakpuasan. Berdasarkan temuan ini, diidentifikasi bahwa beban kerja mental yang tinggi menjadi masalah kritis yang perlu ditangani.
Copyrights © 2024