Penelitian ini dilatarbelakangi Siswa Kelas 1 SDN 4 Cibalong Kabupaten Tasikmalaya mengalami kesulitan dalam mengoperasionalkan penjumlahan. Penyebab kesulitan siswa dalam mengoperasionalkan penjumlahan karena guru tidak menggunakan media, tidak mengaitkan pembelajaran dengan tema yang ada, kurang bervariatif dan tidak sesuai dengan perkembangan psikologi anak. Sehingga hasil yang didapat kurang dari KKM yang ditentukan ≥75. Nilai standar ketuntasan minimum yang ditetapkan dalam evaluasi belajar adalah rata-rata nilai 80 dan keberhasilan kegiatan pembelajaran 80%. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran matematika untuk mengetahui hasil belajar operasi hitung penjumlahan dengan menggunakan media benda konkret. Mendeskripsikan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SDN 4 Cibalong. Analisis data dilakukan dengan Deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian selama 2 siklus mengalami peningkatan. Aktivitas siswa dan hasil tes belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I yaitu 58% dengan nilai rata-rata hasil evaluasi belajar siswa 62 dan siklus II 88% dengan nilai rata-rata hasil evaluasi belajar siswa 86. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis benda-benda konkret dapat meningkatkan hasil belajar siswa tema kegemaranku dalam materi operasi penjumlahan pada siswa kelas I SDN 4 Cibalong Kabupaten Tasikmalaya. Kata Kunci: kesulitan membaca,kesulitan menulis, kelas 3 Media Konkrit, Hasil Belajar, Matematika, Sekolah Dasar.
Copyrights © 2024