cover
Contact Name
Deni Chandra
Contact Email
denichandra@unper.ac.id
Phone
+6285314395847
Journal Mail Official
piwuruk@unper.ac.id
Editorial Address
Universitas Perjuangan Tasikmalaya Jalan Pembela Tanah Air (PETA) No. 177 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
PIWURUK
ISSN : 27753417     EISSN : 27754073     DOI : 10.36423
Core Subject : Education,
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar berfokus kepada artikel yang berasal dari penelitian orisinil tentang pembelajaran di sekolah dasar. Cakupan rinci artikel ilmiah pada jurnal PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar adalah: Teori Pembelajaran Sekolah Dasar Media Pembelajaran Sekolah Dasar Teknologi dalam Pendidikan Sekolah Dasar Evaluasi Sekolah Dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah Dasar
Articles 65 Documents
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK Asty Widiastuti
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2021): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.25 KB) | DOI: 10.36423/pjsd.v1i1.638

Abstract

Abstract: The essence of Civics learning in elementary schools is the formation of responsible citizens who are able to implement rights and obligations as citizens, family members, community members and school citizens. So far, Civics subject to many obstacles in its implementation. This can be seen from the lack of enthusiasm of students in following the learning process. Initial data obtained by researchers at SDN Cilingga as many as 19 people or 73.07% of students have not reached the KKM in terms of rights and obligations. One thing that is believed to be able to improve student learning outcomes is by using a learning model. In this research, the learning model used is the Talking Stick model. The method used in this research is PTK (Classroom Action Research). Based on the research results, the percentage of students' comprehension completeness in the pre-cycle activities was 26.92% (very poor), 53.85% in the first cycle (Good), and 84.62% in the second cycle (Very Good) Then the average comparison is that in the pre-cycle got a value of 62.30 (Good), the first cycle got a value of 70.38 (Good), and the second cycle got an average value of 77.31 (Good).Keywords: Talking Stick; Learning Outcomes.   Abstrak: Hakikat dari pembelajaran PKn di Sekolah Dasar yaitu terbentuknya warga negara yang bertanggung jawab, serta mampu menerapkan hak dan kewajiban baik sebagai warga negara, anggota keluarga, anggota masyarakat dan warga sekolah. Materi PKn  selama ini masih banyak mengalami kendala dalam pelaksanaaanya. Hal tersebut dapat terlihat dari kurang semangatnya peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Data awal yang diperoleh peneliti di SDN Cilingga sebanyak 19 orang atau 73,07% peserta didik belum mencapai KKM dalam materi hak dan kewajiban. Salah satu yang diyakini mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah dengan menggunakan model pembelajaran. Pada penelitian ini, model pembelajaran yang digunakan yaitu model Talking Stick. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh persentase ketuntasan pemahaman peserta didik pada kegiatan pra siklus 26,92 % (Sangat kurang), siklus I 53,85% (Baik), dan siklus II sebesar 84,62% (Sangat Baik). Lalu perbandingan rata-rata yaitu pada pra siklus mendapatkan nilai 62,30 (Baik), siklus I mendapat nilai 70,38 (Baik), dan siklus II mendapat nilai rata-rata 77,31 (Baik).Kata kunci: Talking Stick; Hasil Belajar.
MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN IPS TENTANG PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI MELALUI PENGGUNAAN PENDEKATAN SAINTIFIK Dedeng Febriana Hakim
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2021): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.553 KB) | DOI: 10.36423/pjsd.v1i1.639

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the use of scientific learning models in plans for implementing learning, implementing learning, and improving student learning outcomes. The research method used was Classroom Action Research (CAR). This study consisted of two cycles, each of which was conducted two meetings. Each cycle consists of four stages, namely 1) planning, 2) implementation, 3) observation / observation, and 4) reflection.The results of the study in the first cycle of preparing a learning implementation plan          to obtain results in the pre cycle 55.83% with very less criteria. Then in cycle I obtained a value of 80.83% with good criteria and in cycle II obtained a value of 97.5 with very good criteria. Meanwhile, observations of observations of learning implementation obtained results that increased from 40% in the pre cycle, to 73, 33% in the first cycle in the "Good" category, to 93.33% in the second cycle in the "Very Good" category. Learning outcomes have increased in the tes awal 55.53 then in the tes cycle I increased to 69.47, and in the tes cycle II increased to 82.50. The percentage of mastery learning in pre‐test reached 39.47%, in the first cycle reached 68.42% and in the second cycle was 89.47%. So that the conclusions in this study are in accordance with the initial hypothesis which states that a scientific approach can produce student learning outcomes in the material development of communication technology.Keywords: Scientific Approach; Learning Outcomes; Development of Communication Technology. Abstrak: Artikel penelitian ini mendeskripsikan penggunaan pendekatan saintifik dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan peningkatan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang setiap siklusnya dilakukan dua kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan/observasi, dan 4) refleksi. Hasil penelitian pada siklus I penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran memperoleh hasil pada pre siklus 55,83% dengan kriteria sangat kurang. Kemudian pada siklus I memperoleh nilai 80,83% dengan kriteria baik dan di siklus II memperoleh nilai 97,5 dengan kriteria sangat baik.sementara itu, hasil observasi pengamatan pelaksanaan pembelajaran memperoleh hasil mengalami peningkatan yaitu dari 40% pada pre siklus, menjadi 73,33% pada siklus I dengan kategori “Baik”, menjadi 93,33% pada siklus II dengan kategori “Sangat Baik”. Hasil belajar mengalami peningkatan pada tes awal 55,53 kemudian pada tes siklus I meningkat menjadi 69,47, dan pada tes siklus II meningkat menjadi 82,50. Prosentase ketuntasan belajar pada tes awal mencapai 39,47%, pada siklus I mencapai 68,42% dan pada siklus II adalah 89,47%. Sehingga kesimpulan pada penelitian ini sesuai dengan hipotesis awal yang menyatakan bahwa dengan pendekatan saintifik dapat menghasilkan hasil belajar siswa pada materi perkembangan teknologi komunikasi.Kata Kunci: Pendekatan Saintifik; Hasil Belajar; Perkembangan Teknologi Komunikasi.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP PENJUMLAHAN BIANGAN CACAH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KONKRET MELALUI PENDEKATAN PMRI Tita Tita; Yusuf Suryana; Geri Syahril Sidik
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2021): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.204 KB) | DOI: 10.36423/pjsd.v1i1.640

Abstract

Abstract: This research was motivated by the students' low understanding of the sum of whole numbers which only achieved 23.53% completeness. The purpose of this study was to improve the students' ability to understand the concept of adding whole numbers less than 99 using concrete media with the PMRI approach. This research is a Classroom Action Research (PTK) using Kurt Lewin's research model which consists of 4 stages, namely: planning, implementing action, observation and reflection. Data were obtained from giving 3 evaluations to 34 class I SDN Cikalong students that had to be done individually, observations of student activities during learning including activeness, initiative, concentration, and collaboration, and documentation in the form of photos during learning. The use of concrete media with the PMRI approach can increase the ability to understand the concept of summing whole numbers. This is indicated by the increase in the average test of students' ability to understand the concept of addition in the evaluation of each cycle. In the first cycle the class average value achieved was 56.53 with the proportion of completeness learning 41.18%. Then in the second cycle the increase in the increase again is equal to 95.24 with the proportion of completeness of learning reaching 100%.Keywords: Concrete Media; PMRI Approach; Addition of Count Numbers. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap materi penjumlahan bilangan cacah yang hanya mencapai ketuntasan 23,53%. Tujuan dari penelitian ini yaitu meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep penjumlahan bilangan cacah kurang dari 99 menggunakan media  konkret dengan pendekatan PMRI. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model penelitian Kurt Lewin yang terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data diperoleh dari pemberian 3 buah soal evaluasi kepada 34 siswa kelas I SDN Cikalong yang harus dikerjakan secara individu, observasi terhadap aktivitas siswa selama pembelajaran meliputi keaktifan, inisiatif, konsentrasi, dan kerjasama, serta dokumentasi berupa foto- foto saat pembelajaran. Penggunaan media konkret dengan pendekatan PMRI pada dapat meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep penjumlahan bilangan cacah. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata tes kemampuan memahami konsep penjumlahan siswa melalui evaluasi pada tiap siklus nya. Pada siklus I nilai rata-rata kelas yang dicapai adalah 56,53 dengan persentase ketuntasan belajar 41,18%. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan kembali yaitu sebesar 95,24 dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 100%.Kata Kunci: Media Konkret; Pendekatan PMRI; Penjumlahan Bilangan Cacah.
ANALISIS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DI SD NEGERI NEGLA Listin Lia; Cece Rakhmat; Fajar Nugraha
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2021): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.338 KB) | DOI: 10.36423/pjsd.v1i1.641

Abstract

Abstract: This study aims to describe the profile of disciplinary character habituation and aspects of discipline character education for grade 5 at SDN Negla. This study used a qualitative descriptive approach with research subjects, namely grade 5 students at SDN Negla with data collection techniques in the form of interviews, observation, documentation, and questionnaires. The results showed that the profile of disciplinary character education habituation at SDN Negla has an average score of 54.9 (including the criteria, "Poor"). The aspects of the character of student discipline include time discipline with indicators of obedience to learning activities and adherence to punctuality at school, discipline in enforcing rules with indicators of obedience to school discipline, attitude discipline with indicators of praying when doing activities, saying greetings, shaking hands with elders. , disposing of garbage in its place, getting along well with friends, and the behavior and disciplinary aspects of learning with indicators of the method being taught and classroom management. The results showed that each aspect had a different value. As many as 9.8% of the discipline aspects of time are in sufficient criteria, 24% of disciplinary aspects of enforcing rules are in sufficient criteria, as many as 8.4% of aspects of discipline of learning are in sufficient criteria, and 61.4% are aspects of discipline of attitudes that are in the criteria less. The discipline aspect of students at SD Negeri Negla, with the highest number of disciplinary attitudes as much as 61.4%, is a poor criterion.Keywords: Learning; Discipline Character Education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pembiasaan karakter disiplin dan aspek pendidikan karakter disiplin kelas 5 di SDN Negla. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas 5 di SDN Negla dengan teknik pengumpulan data berupa wawanara, observasi, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil pembiasaan pendidikan karakter disiplin di SDN Negla memiliki nilai rata-rata 54,9 (termasuk kriteria, “Kurang”). Adapun aspek karakter disiplin siswa  meliputi kedisiplinan waktu dengan indikator ketaatan terhadap kegiatan belajar dan ketaatan terhadap ketepatan waktu di sekolah, kedisiplinan menegakan aturan  dengan indikator ketaatan terhadap tata tertib di sekolah, kedisiplinan sikap dengan indikator berdoa ketika beraktifitas, mengucapkan salam, bersalaman dengan yang lebih tua, membuang sampah pada tempatnya, rukun bersama teman, dan  perilaku serta aspek kedisiplinan pembelajaran  dengan indikator metoda yang diajarkan dan pengelolaan kelas. Hasil penelitian menunjukkan masing – masing aspek memiliki nilai yang berbeda. Sebanyak 9,8% aspek kedisiplinan waktu berada dalam kriteria cukup, sebanyak 24% aspek kedisiplinan menegakan aturan berada dalam ktiteria cukup, sebanyak 8,4% aspek kedisiplinan pembelajaran berada dalam kriteria cukup, dan 61,4% merupakan aspek kedisiplinan sikap berada dalam kriteria kurang. Aspek kedisiplinan siswa di SD Negeri Negla yang jumlahnya paling banyak adalah kedisiplinan sikap sebanyak 61,4% merupakan kriteria kurang.Kata kunci: Pembelajaran; Pendidikan Karakter Disiplin.
EFEKTIVITAS TEKNIK SCAFFOLDING TERHADAP PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI KELAS V SDN 3 SUKAMANAH Neneng Samrotul Fuadah; Dedi Heryadi; Winarti Dwi Febriani
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2021): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.575 KB) | DOI: 10.36423/pjsd.v1i1.642

Abstract

Abstract: This research is motivated by the low understanding of students in describing objects, the low understanding of the use of punctuation points and commas and the lack of continuity of one sentence with another. In the Indonesian language learning process, various learning techniques are needed, therefore the Scaffolding learning technique is expected to give effectiveness to the learning outcomes of students. In general, the Scaffolding technique is used to involve students taking an active and independent role in doing the given task. The purpose of this research was carried out to describe the effectiveness of the Scaffolding technique in Indonesian language description learning and learning outcomes using the Scaffolding technique. The location of this research is SDN 3 Sukamanah, Cipedes District, Tasikmalaya City. The sampling technique used was saturated sampling. The data collection used was the observation sheet and the pretest and posttest question writing instruments descriptions. The results of this study are that the average pretest value is 51.76 and the average posttest score is 83.10. Based on the N-gain test using the One Sample T-Test produces a sig value. (2-tailed) of 0,000 in accordance with the sig value testing criteria. (2-tailed) <0.05, then Ha is accepted. The conclusion of this study is that there is a significant effectiveness of using Scaffolding techniques on the learning outcomes of writing descriptions in Indonesian.Keywords: Scaffolding; Learning; Description Text.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik Scaffolding pada pembelajaran menulis teks deskripsi dan prestasi belajar siswa. Pada umumnya teknik Scaffolding digunakan untuk melibatkan peserta didik perperan aktif dan mandiri dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Tujuan dilaksanakan penelitian ini untuk mendeskripsikan keefektifan teknik Scaffolding pada pembelajaran deskripsi bahasa Indonesia dan hasil pembelajaran menggunakan teknik Scaffolding. Lokasi penelitian ini di SDN 3 Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi dan instrumen soal pretest dan posttest menulis deskripsi. Hasil penelitian ini adalah di dapat rata-rata nilai pretest 51,76 dan rata-rata nilai posttest 83,10. Berdasarkan uji N-gain menggunakan One Sampel T-Test menghasilkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 sesuai dengan kriteria pengujian nilai sig. (2-tailed) < 0,05, maka Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat keefektifan yang signifikan penggunaan teknik Scaffolding pada hasil pembelajaran menulis deskripsi bahasa Indonesia.Kata Kunci: Scaffolding; Pembelajaran; Teks Deskripsi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PEDANI BERBANTUAN MACROMEDIA FLASH 8 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI PENYAJIAN DATA KELAS IV Devi Anisa Rahmawati
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2022): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.53 KB) | DOI: 10.36423/pjsd.v2i1.841

Abstract

Pengembangan dan penelitian ini bertujuan untuk membuat produk media pembelajaran dan mengetahui keefektifannya. Pengembangan media ini disebut media pembelajaran Pedani (penyajian data berwarna) dengan bantuan macromedia flash 8. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) Borg and Gall yang dikembangkan oleh Sugiyono. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Cibanjaran Kota Tasikmalaya dengan jumlah siswa kelas IV sebanyak 31 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan ini berupa produk media pembelajaran yang disebut pedani (penyajian data berwarna) berbantuan macromedia flash 8 pada materi penyajian data. Pengembangan media pembelajaran berbantuan macromedia flash 8 ini memenuhi kriteria valid. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan yang signifikan, hal ini dapat dilihat dari hasil pretest dan posttest. Nilai posttest lebih tinggi dari nilai pretest yaitu 88,06 > 58,22. Untuk mengukur keefektifan media pembelajaran menggunakan N-Gain, hasil N-Gain diperoleh tingkat keefektifan 0,69 dapat dikategorikan ‘'Sedang'’. Berdasarkan hasil analisis menggunakan statistik Paired Sample T-Test diperoleh t_hitung sebesar 15,012 dengan df 30 sehingga t_tabel sebesar 2,042 dengan taraf signifikan 0,05, sehingga t_hitung > t_tabel atau 15,012 > 2,042. Dengan demikian disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima, artinya media pembelajaran berbantuan macromedia flash 8 efektif digunakan dalam materi penyajian data di kelas IV SDN Cibanjaran.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN MATHEMATIC HOUSE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN DATAR KELAS IV SEKOLAH DASAR ISLAM MUTIARA SAHARA Gusmiaty Setyo Ningrum
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2022): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.549 KB) | DOI: 10.36423/pjsd.v2i1.843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran   mathematic house terhadap hasil belajar matematika pada materi bangun datar kelas IV Sekolah Dasar Islam Mutiara Sahara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian  eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Islam Mutiara Sahara. Sampel dalam penelitian ini adalah IV A yang berjumlah 19 siswa sebagai kelas eksperimen dan IV B yang berjumlah 19 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dapat memberikan peluang yang sama bagi setiap populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi dilaksanakan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pembahasan, data yang diperoleh dalam penelitian ini berdistribusi normal dan homogen dengan taraf signifikansi normalitas data 0,200 > 0,05, dan taraf signifikansi homogenitas data yaitu 0,975 > 0,05. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji Independent Sample Test (Uji-t). Hasil pengujian hipotesis yang diperoleh yaitu 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa  media pembelajaran mathematic house berpengaruh terhadap hasil belajar matematika pada materi bangun datar kelas IV SD Islam Mutiara Sahara.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA KELAS V SD Dina Lusiana Syafira
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2022): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.011 KB) | DOI: 10.36423/pjsd.v2i1.851

Abstract

Pembelajaran IPA merupakan salah satu muatan materi yang sering muncul dalam pembelajaran karena berhubungan langsung dengan lingkungan siswa. Pada pelaksanaan pembelajaran IPA, guru berperan penting dalam terciptanya kondisi pembelajaran agar tercapainya prestasi belajar yang efektif. Salah satu alternatif yang dapat digunakan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) model ini berbasis masalah yang mampu meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa. Selain model pembelajaran, dalam proses pembelajaran guru diharuskan menggunakan media pembelajaran salah satu media yang dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar adalah media audio visual. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design dan desain penelitian yang digunakan yaitu Nonequivalent Control Group Design. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas V SDN 4 Gununglipung yang berjumlah 31 siswa. Sampel yang digunakan yaitu seluruh populasi (total sampling), untuk pengambilan sampel memakai cara simple random sampling. Untuk teknik pengumpulan data menggunakan test yaitu pretest dan posttest serta data dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS 23. Dari hasil data yang telah dianalisis, diperoleh sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak. Memperoleh normalitas data 0,093 > 0,05, dan taraf signifikansi homogenitas data yaitu 0,462 > 0,05. Nilai rata-rata  kelas eksperimen yaitu 85,87 dan kelas kontrol yaitu 69,06 (85,87 > 69,06) Maka model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media audio visual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPA kelas V SDN 4 Gununglipung.
CITRA DIRI SUNDA SEBAGAI FONDASI PEMBANGUNAN MENTAL MANUSIA JAWA BARAT DI ERA SOCIETY 5.0 Gilar Gandana
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2021): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.73 KB) | DOI: 10.36423/pjsd.v1i2.865

Abstract

The crystallization of values ​​that need to be built in the Sundanese culture are penance hone, penance, and penance. The form of anxiety that arises in this study is the mental development process of humans holding Sundanese culture in the future. Sundanese culture is currently participating in the industrial revolution 4.0 era. Various efforts must be made to maintain and even improve the human mentality of Sundanese culture owners so that they remain and are able to live together, bring, and elevate the dignity of Sundanese culture to the world surface in the era of society 5.0. One of the logical and realistic efforts to deal with this anxiety is through the application of pedagogic concepts through a Sundanese cultural approach as a jack for inculcating a Sundanese self-image in children in the world of children's education in West Java province in order to build a human mentality that is ready and worthy of living in the West Java province. era of society 5.0. Key Word: Self Image, Mental, Sundanese Culture, Era Society 5.0
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Ida Zumrotul Badriyah; Yus Darusman; Hatma Heris Mahendra
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2021): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.288 KB) | DOI: 10.36423/pjsd.v1i2.866

Abstract

The purpose of this study was to determine the improvement of student learning outcomes about elections through the application of the think pair and share cooperative learning model. This model is a form of cooperative learning that has preliminary stages, think (think), Pairs (discuss in pairs), Share (share answers or knowledge with other pairs). The research method used is a classroom action research method adapted from the Kemmis and Taggart model in the form of a cycle model where each cycle consists of four activity steps, namely 1) planning, 2) acting, 3) observing, and 4) reflection (reflecting). The research data were taken from the sixth grade students of SD Muhammadiyah with a total of 22 students consisting of 13 boys and 9 girls. The data obtained are the results of documentation studies, measurement of test results and observations. The learning result instrument is in the form of a question sheet. Student learning outcomes about elections through the use of think pair and share cooperative learning models have been shown to increase, this is evidenced by an increase in the average value of learning test results. the first cycle obtained an average of 71.36 and increased in the second cycle obtained 78.363. In addition, the research data also revealed that the teacher's performance also progressed in each cycle.