Pandemi COVID-19 membawa dampak signifikan terhadap kondisi kerja personel Aviation Security (AVSEC), yang mengalami peningkatan beban tugas, risiko paparan penyakit, serta tekanan psikologis akibat ketidakpastian operasional bandara. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bentuk burnout yang dialami oleh petugas AVSEC pascapandemi dan strategi manajemen yang diterapkan untuk menghadapinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap kebijakan pascapandemi di salah satu Bandara Internasional di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala burnout muncul dalam bentuk kelelahan emosional, penurunan motivasi, dan depersonalisasi. Namun demikian, terdapat inisiatif manajerial dan strategi individual dalam mengelola burnout, seperti pelatihan psikologis, peningkatan komunikasi internal, rotasi kerja, serta dukungan sosial antar rekan kerja. Studi ini menegaskan pentingnya intervensi sistematis dalam manajemen sumber daya manusia di sektor keamanan penerbangan guna menjaga stabilitas operasional dan kesejahteraan psikologis tenaga kerja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan mitigasi burnout di sektor transportasi udara dalam konteks pemulihan pascapandemi.
Copyrights © 2025