Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan faktor pemicu risiko, mengukur tingkat risiko, memetakan risiko, dan merumuskan strategi mitigasi risiko pada operasional bisnis daging sapi beku Toko Tani Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan riset eksploratif dan riset deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui hasil observasi, wawancara, pengisian kuesioner, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan Interpretive Structural Modeling (ISM), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan Risk Mitigation Number (RMN). Hasil penelitian ini didapatkan 21 risiko dan 29 REF (Risk Enabling Factor), pengukuran risiko menggunakan Interpretive Structural Modeling (ISM) menghasilkan sebanyak 9 level dengan level 1 adalah kegagalan target dan level 9 adalah bencana alam, serta pemetaan risiko didapatkan prioritas sebanyak 13 REF (Risk Enabling Factor) dan didapatkan sebanyak 17 strategi mitigasi risiko. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko yang terstruktur untuk meningkatkan kelancaran operasional, meminimalkan potensi kerugian, dan mendukung keberlanjutan bisnis. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi rujukan praktis bagi pengambil keputusan dalam merumuskan kebijakan mitigasi risiko pada sektor bisnis daging sapi beku. Kata kunci : Risiko Operasional, Mitigasi Risiko, Interpretive Structural Model (ISM), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Risk Mitigation Number (RMN)
Copyrights © 2025