Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RISIKO DAN MITIGASI RISIKO PADA PRODUKSI SUSU KAMBING PERAH (Studi Kasus Pada PT. Wahyu Farm) Maulana, Rifky; Khairunnisa, Viola; Mayla, Rizkya; Rahmani, Aqilqia
WIRATANI Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v7i1.294

Abstract

Resiko merupakan kejadian yang kemungkinan terjadi dan dapat menimbulkan kerugian. Susu kambing memiliki kandungan laktosa lebih rendah di banding susu sapi sehingga lebih mudah dicerna. Sebagai salah satu peternakan yang menjual susu kambing murni, Wahyu Farm juga dihadapkan dengan beragam kemungkinan merugikan yang dapat mempengaruhi pendapatannya. Kemampuan Wahyu Farm memenuhi permintaan pasar sangat dipengaruhi oleh banyaknya jumlah susu yang dapat diproduksi, hal ini sangat bergantung pada proses produksinya. Oleh karena, itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi agen risiko produksi yang ada di Peternakan Wahyu Farm serta menganalisis mitigasi yang relevan diterapkan. Metode HOR Fase 1 dan 2 digunakan untuk menganalisis dan memetakan tingkat keparahan risiko serta strategi mitigasi yang menjadi prioritas. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner bersama pemilik peternakan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebanyak 22 agen risiko dengan 9 kejadian risiko diantaranya modal yang naik, kambing yang sakit, kambing mati, kambing hilang, ambing susu kambing yang bengkak, lecet dan kotor, kambing terserang mastitis dan susu kambing basi. Berdasarkan 22 agen risiko tersebut terdapat 10 agen risiko yang dominan terjadi dengan 9 prioritas strategi diantaranya rutin melakukan sanitasi kandang dan menerapkan SOP pemerahan susu (PA2), melakukan pembersihan area kandang secara menyeluruh (PA3), melakukan pembersihan ambing kambing sebelum melakukan pemerahan dengan air hangat (PA8), melakukan pelatihan dan penerapan SOP (PA7), memastikan persediaan obat tersedia (PA6), membuat SOP mengenai takaran pemberian pakan (PA1), membuat jadwal pengecekkan kesehatan kambing (PA5), melakukan karantina bagi kambing yang sakit (PA4), dan menetapkan suhu yang optimal (PA9).
Mitigasi Risiko Operasional Bisnis Daging Sapi Beku Toko Tani Indonesia Mayla, Rizkya; Mahbubi, Akhmad
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 4 No. 04 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v4i04.2322

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan faktor pemicu risiko, mengukur tingkat risiko, memetakan risiko, dan merumuskan strategi mitigasi risiko pada operasional bisnis daging sapi beku Toko Tani Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan riset eksploratif dan riset deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui hasil observasi, wawancara, pengisian kuesioner, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan Interpretive Structural Modeling (ISM), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan Risk Mitigation Number (RMN). Hasil penelitian ini didapatkan 21 risiko dan 29 REF (Risk Enabling Factor), pengukuran risiko menggunakan Interpretive Structural Modeling (ISM) menghasilkan sebanyak 9 level dengan level 1 adalah kegagalan target dan level 9 adalah bencana alam, serta pemetaan risiko didapatkan prioritas sebanyak 13 REF (Risk Enabling Factor) dan didapatkan sebanyak 17 strategi mitigasi risiko. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko yang terstruktur untuk meningkatkan kelancaran operasional, meminimalkan potensi kerugian, dan mendukung keberlanjutan bisnis. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi rujukan praktis bagi pengambil keputusan dalam merumuskan kebijakan mitigasi risiko pada sektor bisnis daging sapi beku. Kata kunci : Risiko Operasional, Mitigasi Risiko, Interpretive Structural Model (ISM), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Risk Mitigation Number (RMN)