Pemasangan bendera Jolly Roger dari serial animasi jepang One Piece menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 memunculkan kontroversi di ruang publik, terutama terkait batas antara kebebasan berekspresi dan perlindungan terhadap simbol negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan tiga media daring nasional yaitu Kompas, Kumparan, dan Tempo terhadap isu pengibaran bendera tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis framing, penelitian ini mengkaji enam artikel berita dari ketiga media berdasarkan lima isu utama: kebebasan berekspresi, ancaman persatuan, protes politik, legalitas hukum, dan distraksi makna kemerdekaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kompas menekankan aspek ancaman terhadap persatuan dan stabilitas nasional, Kumparan mengedepankan legalitas berdasarkan peraturan nasional dan internasional, sedangkan Tempo menyoroti dimensi protes politik dan kebebasan berekspresi. Temuan ini mencerminkan keberagaman konstruksi narasi media dalam menyampaikan isu yang sensitif secara simbolik dan ideologis, serta mengungkap dinamika antara agenda media, persepsi publik, dan identitas nasional. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman peran media dalam membentuk opini publik terkait isu kebudayaan populer dan nasionalisme
Copyrights © 2025