Alat pelindung diri penting dalam radiologi untuk melindungi dari paparan sinar-X. Di Laboratorium Radiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, tiga unit Lead Apron belum diuji rutin sesuai standar BAPETEN dan Kepmenkes. Penelitian ini bersifat observasional deskriptif kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara. Pengujian dilakukan dengan membagi apron menjadi empat kuadran dan memeriksa kerusakan menggunakan imaging plate serta software radiografis. Hasilnya, dua dari tiga apron menunjukkan kerusakan minor pada area non-vital, masih dalam batas toleransi (Lambert, 2001), sehingga tetap layak pakai. Namun, pengujian belum dilakukan secara berkala, dan prosedur di lapangan tidak sepenuhnya sesuai standar. Disarankan agar pengujian dilakukan rutin tiap tahun, serta sistem penyimpanan dan perawatan ditingkatkan untuk menjaga efektivitas apron sebagai pelindung radiasi.
Copyrights © 2025