Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan shuttle run dan circuit training terhadap peningkatan VO2Max pada pemain bulutangkis di sebuah klub. VO2Max merupakan indikator kapasitas kardiorespirasi yang sangat penting dalam menunjang stamina dan performa atlet bulutangkis, mengingat olahraga ini membutuhkan daya tahan dan kelincahan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan membagi peserta menjadi dua kelompok: kelompok latihan shuttle run dan kelompok latihan circuit training. Pengukuran VO2Max dilakukan menggunakan Multistage Fitness Test (MFT) sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedua metode latihan secara signifikan meningkatkan VO2Max peserta, namun peningkatan yang lebih optimal terjadi pada kelompok circuit training. Hal ini disebabkan oleh circuit training yang melibatkan beberapa stasiun latihan secara sistematis dan berulang sehingga memberikan adaptasi fisiologis yang lebih luas pada sistem kardiovaskular. Penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa penggabungan kedua metode latihan dapat menjadi program latihan efektif untuk meningkatkan daya tahan atlet bulutangkis. Selain itu, penelitian ini turut menguatkan pentingnya latihan terstruktur untuk menunjang prestasi olahraga serta kesehatan fisik
Copyrights © 2025