Hipotermi pasca anestesi spinal merupakan komplikasi yang sering terjadi dan dapat memperlambat proses penyembuhan serta meningkatkan risiko infeksi luka operasi. Diperlukan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk menstabilkan suhu tubuh pasien. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan Blanket Warmer sebagai metode peningkatan suhu tubuh pada pasien hipotermi pasca anestesi spinal di RSI Purwokerto. Metode pelaksanaan terdiri dari dua tahap, yaitu edukasi menggunakan media leaflet dan implementasi Blanket Warmer pada pasien dengan suhu <36°C. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran suhu tubuh serta penilaian pengetahuan pasien sebelum dan sesudah edukasi. Sebanyak 30 pasien terlibat dalam kegiatan ini, dengan hasil menunjukkan peningkatan suhu rata-rata dari 35,1°C menjadi 35,8°C setelah intervensi. Selain itu, terjadi peningkatan kategori pengetahuan baik dari 30% menjadi 90% setelah edukasi. Implementasi Blanket Warmer terbukti dapat meningkatkan suhu tubuh secara signifikan, dan edukasi yang diberikan meningkatkan pemahaman pasien terhadap hipotermi dan penanganannya. Kesimpulannya, kombinasi edukasi dan penggunaan Blanket Warmer efektif sebagai intervensi non-invasif dalam menstabilkan suhu tubuh pasien pasca anestesi spinal.
Copyrights © 2025