ABSTRAK Pada remaja akhir terdapat fase perkembangan yang secara psikis berada pada posisi hanya memikirkan dirinya sendiri, menganggap semua orang tertarik pada dirinya, merasa unik dan tidak terkalahkan. Star syndrome merupakan fenomena dimana seorang menganggap dirinya sebagai pusat perhatian, spesial, luar biasa, sehingga menuntut privilege atau sesuatu yang lebih. Remaja akhir adalah tahap perkembangan pada remaja dengan rentang usia 17 hingga 21 tahun, transisi dari remaja menuju dewasa. Oleh sebab itu, OSIS MAN 1 Jombang dan pengurusnya yang berjumlah 25 orang menjadi sasaran dalam kegiatan ini karena cenderung populer dan memiliki kekuasaan di lingkungan sekolah. Dengan menggunakan metode psikoedukasi dan diskusi, bertujuan agar dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan kesadaran tentang fenomena Star Syndrome serta dampaknya. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup terlihat pada pemahaman dari psikoedukasi yang dilakukan. Maka dari itu, kegiatan ini bermanfaat agar dapat mencegah konflik sosial, kesadaran diri siswa, dan menyadari dampak yang ditimbulkan dari star syndrome, serta efektifitas yang dapat digunakan. Kata kunci : Star Syndrome, Narsisme, Psikoedukasi, Remaja akhir ABSTRACT Late adolescence is a developmental phase characterized by a psychological tendency to be self-centered, perceive oneself as unique and invincible, and assume that others are highly interested in them. Star syndrome refers to a phenomenon in which individuals perceive themselves as the center of attention—special, extraordinary, and thus entitled to certain privileges or elevated treatment. This stage typically occurs between the ages of 17 and 21, marking the transition from adolescence to adulthood. Given this context, the student council (OSIS) members of MAN 1 Jombang, totaling 25 individuals, were selected as participants in this study due to their popularity and perceived authority within the school environment. This study employed psychoeducational and discussion-based methods with the objective of enhancing participants’ knowledge and fostering awareness regarding the phenomenon of star syndrome and its potential impacts. The findings indicate a significant improvement in participants’ understanding as a result of the psychoeducational interventions. Consequently, the program demonstrated its utility in promoting social awareness, preventing interpersonal conflicts, and increasing students' comprehension of the psychological effects associated with star syndrome, as well as the effectiveness of appropriate preventive strategies. Keywords: Star Syndrome, Narcissism, Psychoeducation, Late Adolescence
Copyrights © 2025