Pembelajaran sains di sekolah dasar seringkali menghadapi tantangan, terutama dalam penyampaian konsep abstrak seperti siklus air. Topik ini seringkali menimbulkan miskonsepsi di kalangan siswa akibat minimnya media pembelajaran yang konkret dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan penggunaan water cycle box sebagai media pembelajaran alternatif yang dapat membantu siswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang konsep siklus air. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti kuesioner, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Penelitian ini melibatkan dua sekolah dasar dengan total 21 siswa dan beberapa guru kelas lima sebagai partisipan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menikmati pelajaran sains tetapi kesulitan memahami proses siklus air, terutama karena terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang tepat. Para guru juga mengakui minimnya alat peraga dan menyatakan dukungannya terhadap pengembangan media yang dapat merepresentasikan proses siklus air secara konkret. Water cycle box dianggap sebagai alat yang efektif untuk memberikan pengalaman belajar yang langsung dan representatif melalui elemen visual seperti gunung, danau, lautan, dan kapas untuk melambangkan awan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa water cycle box sangat dibutuhkan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep siklus air dan mengurangi kesalahpahaman selama proses pembelajaran.
Copyrights © 2025