Artikel ini mengkaji urgensi internalisasi nilai-nilai kejuangan sebagai fondasi karakter dan nasionalisme bangsa Indonesia di era globalisasi. Di tengah tantangan disrupsi digital dan pelemahan identitas, semangat kejuangan yang berakar pada falsafah Pancasila menjadi relevan untuk direvitalisasi. Dengan menggunakan metode kajian pustaka konseptual, tulisan ini menganalisis secara mendalam dimensi filosofis kejuangan melalui pemikiran para filsuf dunia—mulai dari etika kewargaan Plautus dan Seneca, kebajikan (virtue) Socrates dan Aristoteles, hingga filsafat kemanusiaan Driyarkara. Analisis tersebut disintesiskan dalam kerangka Pancasila, yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sendiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejuangan bukanlah sekadar memori historis, melainkan sebuah etos aktif yang mencakup integritas, resiliensi, dan pengabdian. Sebagai penutup, artikel ini merumuskan panduan praktis berdasarkan etos kepemimpinan kontemporer Eko Bintara Saktiawan sebagai model implementasi nilai kejuangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Copyrights © 2025