Bangunan galeri seni kontemporer belakangan mulai banyak didesain dengan gaya arsitektur modern yang seragam dan minim identitas budaya lokal. Untuk mengatasi hal tersebut, konsep neo-vernacular hadir sebagai solusi agar bangunan tetap modern namun memiliki 'jiwa' tradisional setempat. Penelitian ini bertujuan mengkaji peluang penerapan prinsip neo-vernacular pada perancangan galeri seni di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep neo-vernacular layak diterapkan pada galeri seni untuk memperkuat identitas budaya. Simpulan dari studi ini adalah penerapan konsep neo-vernacular sangat potensial untuk Pengembangan galeri seni agar lebih kontekstual secara lokal. Dengan penyesuaian desain dan inovasi material, hambatan yang ada dapat diatasi.
Copyrights © 2024