Program pengabdian masyarakat di Desa Lakat, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan, difokuskan pada perancangan logo desa sebagai identitas visual resmi. Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan desa yang belum memiliki simbol sah untuk memperkuat legitimasi administratif sekaligus membangun citra kolektif masyarakat. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara dengan perangkat desa dan tokoh adat, lokakarya partisipatif, serta desain grafis kolaboratif. Hasil menunjukkan antusiasme warga dalam menyumbangkan ide simbolik yang berakar pada sejarah dan budaya lokal, seperti sonaf, jagung, dan motif tenun ikat Timor. Logo yang dihasilkan tidak hanya digunakan pada dokumen administratif dan papan nama desa, tetapi juga berfungsi sebagai alat branding yang berpotensi mendukung promosi wisata dan ekonomi kreatif. Program ini berhasil meningkatkan rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat, sekaligus menegaskan pentingnya identitas visual sebagai modal sosial bagi pembangunan desa.
Copyrights © 2025