Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia memiliki akar historis yang panjang dan dinamis, mencerminkan interaksi antara nilai-nilai Islam, budaya lokal, dan pengaruh kolonial. Artikel ini menelaah sejarah perkembangan PAI dari masa awal penyebaran Islam hingga era kontemporer, dengan fokus pada pemikiran dan kontribusi Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka). Melalui pendekatan kualitatif dan studi kepustakaan, artikel ini menggali pandangan Hamka mengenai pentingnya pendidikan agama yang tidak hanya berorientasi pada aspek ritual, tetapi juga membentuk karakter dan etika sosial. Hamka memandang PAI sebagai sarana pembebasan umat dari keterbelakangan intelektual dan moral. Artikel ini juga membahas tantangan kontemporer PAI, seperti sekularisasi pendidikan, krisis moral generasi muda, dan ketimpangan akses pendidikan di wilayah terpencil. Dengan merefleksikan pemikiran Hamka, artikel ini memberikan sumbangan dalam merumuskan arah baru PAI yang lebih relevan dan transformatif di era modern.
Copyrights © 2025