Methodology for participatory assessment (MPA) merupakan teknologi pengembangan masyarakat yang digunakan untuk mengidentifikasi aset, kebutuhan, prioritas issue yang ada di masyarakat secara partisipatif. Dalam konteks pengembangan masyarakat berbasis aset atau asset-based community development (ABCD), MPA menjadi alat penting dalam mendorong perubahan sosial, menggunakan asesmen partisipatif dalam menemukenali dan menyusun strategi yang efektif dalam pemberdayaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan MPA dalam pendekatan ABCD melalui tiga proses utama, yaitu dialogue, discovery, dan development. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan participatory action research (PAR). Teknik pengumpulan data mencakup observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan literature review. Adapun sumber data primer penelitian ini terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua BPD, Ketua LPM Desa, Ketua ARWT, Koordinator ARWT Bidang Pertanian, Kader Karang Taruna, Pemilik UMKM, serta masyarakat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPA berperan penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat lokal. Metode ini mampu menghasilkan identifikasi terhadap lima jenis aset desa dimulai dari manusia, alam, fisik, finansial, hingga sosial. Selain itu MPA juga mampu untuk diterapkan dalam mengidentifikasi issue berserta prioritasnya. Terakhir MPA dapat mempermudah penyusunan program kegiatan melalui analisis sistem sumber terhadap penanganan prioritas issue yang telah dipetakan. MPA membantu masyarakat dalam menciptakan program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Temuan terakhir, MPA memperkuat interaksi sosial dan kesadaran masyarakat terhadap potensi yang dimiliki. Kesimpulan menegaskan bahwa MPA masih relevan dan efektif digunakan dalam pendekatan ABCD khususnya di Desa Mekarjaya, Kaupaten Sumedang.
Copyrights © 2025