Pemahaman mengenai gaya merupakan salah satu elemen kunci dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat Sekolah Dasar (SD). Sayangnya, penyajian materi ini kerap kali bersifat abstrak dan kurang mengaitkan dengan kearifan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan konsep gaya dalam proses pembuatan lepet sebagai upaya pemetaan konsep dasar gaya dalam konteks pembelajaran IPA di SD. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana konsep gaya dapat dijelaskan melalui aktivitas pembuatan lepet sehingga relevan untuk diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran IPA. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, serta dokumentasi terhadap kegiatan pembuatan lepet di masyarakat Ogan Komering Ulu Timur. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tahapan-tahapan dalam pembuatan lepet mengandung penerapan berbagai jenis gaya, seperti gaya tekan saat mengaduk adonan, gaya tekan dan tarik ketika membungkus, serta gaya panas dan tekanan uap saat merebus. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik budaya lokal seperti pembuatan lepet memiliki potensi besar sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran IPA di SD. Menggabungkan konsep-konsep ilmiah dengan aktivitas budaya sehari-hari dapat membantu siswa memahami sains secara lebih mendalam, relevan, dan kontekstual dalam kehidupan mereka.
Copyrights © 2025