Kesalahan konsep dalam proses pembelajaran dapat berasal dari berbagai faktor, seperti peserta didik, pendidik, buku pelajaran, isi materi, maupun strategi pengajaran yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk miskonsepsi yang terdapat dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas V Kurikulum Merdeka yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2021. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis sejumlah konsep yang berpotensi membingungkan siswa. Kajian ini dilakukan melalui metode studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber literatur relevan. Teknik pengumpulan data mencakup observasi dan dokumentasi terhadap isi buku. Objek utama penelitian adalah buku teks IPAS kelas V yang digunakan dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua kategori miskonsepsi yang ditemukan dalam buku tersebut. Pertama, overgeneralization, yaitu ketika suatu gagasan hanya menggambarkan sebagian dari konsep IPA secara tidak menyeluruh. Kedua, oversimplification, yaitu ketika konsep disederhanakan secara berlebihan hingga mengaburkan atau menyimpangkan makna aslinya. Miskonsepsi oversimplification ditemukan pada konsep "cahaya merambat lurus", Sedangkan overgeneralization muncul pada topik-topik seperti penyakit influenza, sistem pencernaan manusia, gangguan penglihatan seperti rabun dekat dan rabun jauh, serta konsep bahwa cahaya dapat menembus benda bening. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pendidik dan peserta didik melengkapi pembelajaran dengan sumber lain untuk memperkaya pemahaman konsep yang benar.
Copyrights © 2025