Indonesia memiliki beragam aksara dari berbagai daerah, salah satunya adalah Aksara Lontara dari suku Bugis. Aksara Lontara mulai diperkenalkan di Sekolah Dasar di Sulawesi Selatan, namun implementasinya belum menyeluruh dan masih menghadapi beberapa kendala yang cukup signifikan. Kendala tersebut antara lain adalah kurangnya tenaga pendidik yang kompeten, ketersediaan materi ajar yang terbatas, serta minimnya variasi media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Penggunaan board game muncul sebagai salah satu alternatif yang menarik dan inovatif dalam memperkenalkan Aksara Lontara kepada anak-anak sekolah dasar. Hal ini menjadi penting mengingat tidak semua sekolah mengizinkan atau mendukung penggunaan smartphone atau perangkat digital selama proses belajar mengajar di kelas. Selain itu, board game juga berfungsi untuk meminimalisasi paparan berlebihan anak terhadap media digital dan memaksimalkan interaksi nyata serta kolaborasi dalam proses belajar. Dalam penelitian ini, pendekatan Iterative Design Method digunakan untuk mentranslasi digital game bertema Aksara Lontara menjadi sebuah board game. Tahapan proses perancangan meliputi generate ideas, formalize ideas, test ideas, dan evaluate results. Proses iteratif dilakukan beberapa kali dalam proses desain yang dilakukan hingga menghasilkan board game berupa flashcard interaktif dengan konten aksara Aksara Lontara. Hasil dari playtesting yang dilakukan menunjukkan adanya perbedaan pengalaman bermain antara pemain yang pernah mempelajari Aksara Lontara dan pemain yang sama sekali belum familiar dengan aksara tersebut. Meskipun demikian, rancangan board game ini mendapatkan respon positif dari berbagai tahap pengujian yang dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa board game memiliki potensi sebagai media pembelajaran alternatif yang dapat digunakan dalam memperkenalkan Aksara Lontara kepada siswa Sekolah Dasar dalam mendukung literasi budaya lokal melalui metode pembelajaran.
Copyrights © 2024