Masalah utama dalam pelayanan kredit pada Kopdit Sehati Baa adalah tingginya kredit bermasalah, ditandai dengan banyaknya pinjaman yang telah jatuh tempo tetapi belum dilunasi anggota. Hal ini diduga dipengaruhi oleh rendahnya pendapatan peminjam dan banyaknya jumlah tanggungan keluarga. Penelitian ini merumuskan masalah: seberapa besar pengaruh pendapatan dan jumlah tanggungan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kredit bermasalah. Tujuannya adalah mengetahui pengaruh kedua faktor tersebut dalam konteks Kopdit Sehati Baa. Variabel penelitian terdiri atas kredit bermasalah sebagai variabel dependen, serta pendapatan dan jumlah tanggungan sebagai variabel independen. Hipotesis yang diajukan adalah pendapatan dan jumlah tanggungan berpengaruh signifikan terhadap kredit bermasalah. Sampel penelitian berjumlah 149 orang anggota peminjam, ditentukan dengan rumus Slovin. Analisis data menggunakan regresi linear berganda melalui software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap kredit bermasalah, ditunjukkan oleh nilai p.sig = 0,302 > 0,05. Sebaliknya, jumlah tanggungan berpengaruh signifikan dengan p.sig = 0,000 < 0,05. Secara simultan, pendapatan dan jumlah tanggungan terbukti berpengaruh signifikan terhadap kredit bermasalah, ditunjukkan oleh p.sig = 0,000 < 0,05 pada analisis ANOVA. Penelitian ini membuktikan bahwa pendapatan dan jumlah tanggungan berkontribusi sebesar 89,90% terhadap kredit bermasalah, sedangkan 10,10% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, faktor keluarga menjadi penentu dominan dalam terjadinya kredit bermasalah pada Kopdit Sehati Baa.
Copyrights © 2025