Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh animosity terhadap reluctant to buy pada produk Unilever Indonesiamelalui boycott. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan SmartPLS 4.0. Masyarakat Indonesiayang mengetahui produk Unilever Indonesia dan mengetahui gerakan boycott terhadap produk yang berafiliasi dengan Israelmerupakan populasi dari penelitian ini. Sampel pada penelitian ini berjumlah 400 responden dengan pengumpulan datamenggunakan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa animosity, boycott, dan reluctant to buy memiliki angka yang tinggi pada produkUnilever Indonesia. Kemudian, animosity berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap boycott dan reluctant to buy.Lalu, boycott juga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap reluctant to buy. Dan boycott berhasil memediasihubungan antara animosity dan reluctant to buy. Artinya perasaan kebencian terhadap suatu produk yang diperoleh ataudiproduksi oleh kelompok atau negara tertentu dapat menimbulkan gerakan boycott dan menciptakan perilaku reluctant tobuy.Kata Kunci: Animosity, Boycott, Reluctant To Buy
Copyrights © 2025