Pengembangan materi pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya modul ajar Manajemen Penyiaran Televisi, sangat penting untuk menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap modul ajar Manajemen Penyiaran Televisi yang bersifat kontekstual dan mengetahui perbandingan antara penyiaran tradisional yang ada pada modul dengan penyiaran modern menggunakan perangkat lunak Open Broadcasting Software (OBS) Studio. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 informan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul memiliki kontekstualitas yang kuat dalam penyiaran tradisional, namun kurang responsif terhadap penyiaran digital. Persepsi mahasiswa umumnya positif terhadap struktur dan kejelasan bahasa modul, tetapi mengeluhkan kurangnya aktualitas contoh dan visualisasi. Sistem penyiaran pada modul masih bersifat tradisional dan kompleks sedangkan pada penyiaran OBS Studio sudah bersifat modern dan lebih fleksibel. Modul belum memuat materi terkait penyiaran digital khususnya OBS Studio. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya pembaruan modul mencakup aktualitas contoh dan visualisasi serta aspek penyiaran agar modul dapat berfungsi secara optimal sebagai alat bantu belajar mandiri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi dosen, pengembang materi ajar, dan pengembang kurikulum untuk meningkatkan relevansi pendidikan di bidang penyiaran.
Copyrights © 2025