Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah desa dalam mempertahankan budaya gotong royong di Desa Hiligara, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, di tengah tantangan modernisasi, migrasi, serta perubahan sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen resmi desa serta literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa memiliki peran strategis sebagai fasilitator, motivator, dan penggerak utama dalam menjaga keberlangsungan gotong royong. Upaya yang dilakukan antara lain melalui musyawarah desa, pemberian insentif, pemanfaatan teknologi komunikasi, kolaborasi dengan tokoh adat, tokoh agama, serta integrasi kegiatan gotong royong dengan program pembangunan desa. Meskipun budaya gotong royong menghadapi tantangan berupa menurunnya partisipasi generasi muda, migrasi tenaga produktif, serta dominasi nilai individualistik, pemerintah desa mampu menerapkan strategi adaptif yang sejalan dengan teori perubahan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada kajian kepemimpinan partisipatif dan community development, serta implikasi praktis bagi penguatan kebijakan pembangunan berbasis budaya lokal. Dengan demikian, gotong royong tidak hanya menjadi warisan tradisi, tetapi juga instrumen pembangunan desa berkelanjutan yang relevan dalam menghadapi dinamika globalisasi.
Copyrights © 2025